Apakah Bangunan Anda “Sustainable”?

Januari 23, 2007

Ada banyak pendapat mengenai apa itu bangunan yang sustainable, namun pada dasarnya prinsip sustainable pada bangunan adalah menyikapi hal-hal atau aspek-aspek dalam suatu bangunan yang umumnya menjadi keprihatinan atau bahkan gangguan terhadap lingkungan, yaitu penggunaan air, penggunaan energi, penggunaan bahan bangunan, pembuangan.

Penggunaan air per orang dalam suatu rumah tinggal, misalnya 150 liter per hari. Namun, bila dicermati, kebutuhan untuk air dengan kualitas bisa diminum hanyalah kurang lebih dua liter per hari. Selebihnya bisa didapatkan dari sumber-sumber dengan kualitas lebih rendah. Artinya bisa menggunakan dari hasil daur ulang.

Beberapa liter air bisa digunakan untuk berulang-ulang. Misalnya untuk mandi bisa menggunakan air tampungan hujan atau tetesan air kondensasi dari alat pendingin ruang/ AC (dengan sedikit penyaringan dan pengolahan) kemudian digunakan untuk menyiram tanaman, lalu untuk mencuci mobil. Sedemikian rupa sehingga penggunaan per orang yang mengambil dari sumber alam akan menurun drastis dan tentunya pada akhirnya akan mengurangi penggunaan air dari dalam tanah.

Dikutip dari tulisan Saptono Istiawan yang dimuat di harian Kompas, 19 Januari 2007

Sebuah renungan menarik tentang “sustainable bulding”. Yang menjadi pertanyaan adalah: aspek manakah yang perlu diprioritaskan dalam konteks kondisi Indonesia saat ini? Bisakah konsep ini diejawantahkan pada taran masyarakat luas, tidak hanya untuk kalangan arsitek profesional saja?

Entry Filed under: Bahasa Indonesia, Bangunan, Building, Energi, Energy. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Bahasa/Language

     

Kategori/categories

Posting terbaru/Recent posts

Komentar/Comments

Blogroll

RSS Artikel di InfoEnergi